ERP Solomon, Incar UKM Hingga
Eceran Reporter: Wicaksono
Hidayat
detikcom -
Jakarta, Microsoft Solomon, software ERP dari keluarga
besar Microsoft Business Solution, secara khusus membidik pasar usaha
menengah. Bahkan, bisa dibeli eceran.
Aplikasi ERP (enterprise
resource planning) Microsoft Solomon 6.0 baru saja diluncurkan untuk
Indonesia dan kawasan Asia Tenggara lainnya. Menurut Laurent Dedenis,
Managing Director Solomon Software Asia Tenggara produk itu memang
membidik pengguna usaha menengah.
Lebih spesifik lagi, lanjut
Laurent, Solomon membidik industri distribusi, manufaktur dan jasa
keuangan. "Secara global pengguna Solomon ada 15000, di Asia sekitar
1000 dan di Indonesia berkisar pada angka seratus," sebut Laurent dalam
temu wartawan di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis
(25/11/2004).
Fredy Tandiary, Direktur Technosoft rekanan
Microsoft, menyebut beberapa perusahaan pengguna Solomon di Indonesia,
seperti Indomilk, Beras Ayam Jago dan PT Alam Makmur. "Saat ini ada
empat proyek implementasi lagi yang sedang kami kerjakan di Indonesia,"
ujarnya.
Bisa Eceran
Perusahaan yang awalnya
dikembangkan di Ohio ini juga bisa memenuhi perusahaan yang ingin
membeli secara eceran. Maksudnya, pengguna Solomon bisa membeli
lisensi penggunaan hanya untuk satu pengguna saja.
Hal itu, ujar
Laurent, terutama diterapkan oleh lembaga-lembaga non-profit. "Salah
satu pendiri Solomon adalah orang yang beragama. Maka klien-kliennya
juga mencakup gereja, biasanya mereka hanya membeli untuk satu sampai
lima pengguna saja," tutur Laurent.
Menurut Laurent, untuk satu
atau dua pengguna, Solomon bisa didapatkan pada kisaran harga US$ 5000
(Rp 44,8 juta). Sedangkan untuk pengguna yang lebih banyak, harga
Solomon dimulai dari US$ 50000 (Rp 448 juta) sampai US$ 150000 (kurang
lebih Rp 1,3 miliar).
Setelah peluncuran Solomon 6.0, Laurent
tidak menyebutkan target penghasilan dari pasar di Indonesia. Ia hanya
mengungkapkan optimismenya bahwa tahun 2005 akan lebih baik.(wsh)
Baca juga:
|