|
JAKARTA (Bisnis): Microsoft Solomon
membidik ceruk pasar perusahaan kelas menengah Indonesia yang
memiliki kebutuhan khusus terhadap sistem Enterprise Resources
Planning (ERP).
Laurent Dedenis, Managing Director Microsoft Solomon untuk
kawasan Asia Tenggara, mengatakan perusahaan itu berupaya
mendiferensiasikan aplikasi ERP-nya dari produk yang
ditawarkan pesaing dengan sistem paket.
"Perusahaan menengah, apalagi UKM memiliki kebutuhan
aplikasi bisnis yang unik sehingga tidak bisa dipukul rata
begitu saja dengan menawarkan paket," ujarnya seusai
peluncuran Microsoft Solomon 6.0.
Perusahaan itu memposisikan Solomon 6.0 sebagai sistem ERP
alternatif yang bisa disesuaikan secara khusus untuk memenuhi
kebutuhan teknologi informasi perusahaan skala menengah dan
kecil.
Strategi Microsoft Solomon ini berbeda dari kecenderungan
pasar di Tanah Air selama dua tahun terakhir yang diwarnai
dengan peluncuran aplikasi ERP dalam bentuk paket bagi segmen
UKM, terutama oleh SAP dan Oracle.
Dia menjelaskan strategi pemasaran Microsoft Solomon sangat
tergantung dari bagaimana mitranya memposisikan aplikasi
Solomon berhadap-hadapan dengan paket aplikasi maupun ERP
kelas korporasi.
"Dalam beberapa kasus, pengguna lebih memilih Solomon
dibandingkan sistem ERP kelas enterprise atau paket aplikasi
kelas UKM yang harganya lebih murah," ujar Dedenis.
Implementasi Solomon sejak dipasarkan pada 1997 membutuhkan
biaya US$20.000 hingga US$100.000 dalam jangka waktu tiga
hingga enam bulan. Selama itu, aplikasi ini digunakan oleh
sekitar 100 perusahaan.
Tampilan Cetak
|