| Laporan Khusus | Edisi : 18-FEB-2000 |
| JAKARTA (Bisnis): Solomon Software Indonesia tahun lalu berhasil
meraih kenaikan penjualan- sebesar 50% dengan total costumer 40 perusahaan
hingga 1999.
Fredy Tandiary, country manager Solomon Software Indonesia, mengatakan krisis moneter yang melanda Indonesia selama tiga tahun terakhir sangat mempengaruhi kinerja perusahaan tersebut. "Akibat krisis moneter, tahun lalu kami hanya mencapai kenaikan penjualan 50%. Tetapi, tahun ini kami yakin mampu memenuhi target kenaikan penjualan sebesar 100%," ujarnya kemarin. Dia menambahkan Solomon Software baru beroperasi secara resmi empat tahun lalu, sehingga pada 1999 perusahaan itu belum mampu menggarap pasar aplikasi komputer perusahaan enterprise resources planning (ERP) Indonesia secara maksimal. Selama kurun waktu empat tahun tersebut, katanya, kegiatan penjualan Solomon terbentur krisis moneter yang terjadi mulai pertengahan 1997. "Namun demikian, selama empat tahun beroperasi kami mampu menggaet pelanggan sebanyak 40 perusahaan dari berbagai segmen usaha," katanya. Menurut Fredy, sekitar 40% dari pengguna aplikasi ERP Solomon Software tersebut berasal dari segmen industri manufaktur. Laurent Dedenis, general manager Solomon Software SEA Pte Ltd, menambahkan sasaran bisnis perusahaan piranti lunak dari Amerika Serikat itu adalah aplikasi ERP pada usaha kecil dan menengah (UKM). "Hingga kini, sekitar 300 perusahaan skala kecil dan menengah di kawasan Asia Tenggara menggunakan aplikasi ERP dari Solomon," ujarnya. (sut) |
| Laporan Khusus | Edisi : 18-FEB-2000 |